Kamis, 21 April 2011

Mengenal Lift/Elevator

Elevator merupakan sistem transportasi vertikal didalam bangunan gedung. Jenis elevator dibedakan berdasarkan pemakaiannya, yaitu :
  • Lift Penumpang.
  • Lift Service / Barang.
  • Dump Waiter.
Yang mana Pada prinsipnya ke-3 jenis lift tersebut adalah sama, hal yang membedakan adalah cara penggunaanya. Untuk lift service / barang selain dengan penggerak motor  listrik ada juga yang digerakan dengan sistem hidrolik.
Pada sistem lift yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut :
  • Kapasitas angkut, dinyatakan dalam Kg atau total jumlah orang.
  • Kecepatan gerak, dinyatakan dalam meter/menit.
  • Jumlah lantai yang dilayani, mencakup jumlah stop/opening dari pintu lift.
  • Jarak gerak, car lift pada posisi terendah s/d teratas dinyatakan dalam meter.
  • Over head, jarak aman yang ditentukan dari lantai teratas s/d lantai ruang mesin.
  • Kedalaman pit, sangat ditentukan berdasarkan kecepatan lift.
  • Ukuran bersih shaft.
  • Jenis pintu (center opening atau side opening).
 Gambar. Elevator kaca
Cara Kerja elevator :
Kereta elevator tergantung di ruang luncur oleh beberapa steel hoist ropes, biasanya dua puli katrol, dan sebuah bobot pengimbang (counterweight). Bobot kereta dan counterweight menghasilkan traksi yang memadai antara puli katrol dan hoist ropes sehingga puli katrol dapat menggegam hoist ropes dan bergerak serta menahan kereta tanpa selip berlebihan. Kereta dan counterweight bergerak sepanjang rel yang vertikal agar mereka tidak berayun-ayun.
 Gambar. Sistem Kerja Elevator
Mesin untuk menggerakkan elevator terletak di ruang mesin yang biasanya tepat di atas ruang luncur kereta. Untuk memasok listrik ke kereta dan menerima sinyal listrik dari kereta ini, dipergunakan sebuah kabel listrik multi-wire untuk menghubungkan ruang mesin dengan kereta. Ujung kabel yang terikat pada kereta turut bergerak dengan kereta sehingga disebut sebagai “kabel bergerak (traveling cable)”.
Mesin geared memiliki motor dengan kecepatan lebih tinggi dan drive sheave dihubungkan dengan poros motor melalui gigi-gigi di kotak gigi, yang dapat mengurangi kecepatan rotasi poros motor menjadi kecepatan drive-sheave rendah. Mesin gearless memiliki motor kecepatan rendah dan puli katrol penggerak dihubungkan langsung ke poros motor.
Semoga bermanfaat. Salam Persahabatan!!!!
Sumber:Dari berbagai sumber.

Selasa, 19 April 2011

Material Bangunan Part II

Lantai
Bahan bangunan yang diaplikasikan pada lantai dapat berbeda sesuai fungsi dan tata interior yang ingin disampaikan pada tiap-tiap ruangan. Bahan lantai tersebut dapat berupa ubin keramik, beton, plesteran maupun karpet yang digunakan pada ruang dengan perhatian fungsi akustik yang maksimal seperti auditorium.
Lantai Beton
Lantai dari beton ini digunakan pada lantai dasar bangunan untuk masing-masing massa karena pada lantai 1 ini, ruangan difungsikan sebagai ruang eksibisi sehingga membutuhkan jenis bahan lantai yang mampu menahan beban benda yang digunakan untuk pameran. Seperti pada studi komparasi di JEC lantai menggunakan lantai beton, yang mampu menahan berat sekitar 3 ton.
Ubin keramik
Ubin keramik yang menggunakan magnesium alumina cilica relatif tidak berbahaya dan aman bagi kesehatan, rendah resiko radiasi, dan lebih hemat. Penggunaan Magnesium alumina cilica ini juga mampu menghasilkan keramik yang lebih mengkilap dan putih tanpa harus mempertegasnya dengan zat pemutih.
Karpet
Lapisan permadani mempunyai keuntungan sebagai isolasi terhadap suara. Permadani yang dipasang sebagai lapisan lantai biasanya terdiri dari lapisan karet busa dan lapisan permadani. Sebagai permadani dapat digunakan nylon, bahan sintetik lain, atau wol. Lapisan ini biasanya dilem dengan perekat khusus pada lantai dasar yang halus dan rata.
Keunggulan dari penggunaan bahan karpet sebagai penutup lantai pada ruangan konvensi adalah
  • Dapat meredam suara sehingga tidak menimbulkan gema pada ruangan 
  • Mudah dibentuk sehingga memiliki nilai estetika tersendiri 
  • Memiliki ukuran yang fleksibel 
  • Aman 
  • Mudah dibersihkan
 Dinding
Material yang digunakan sebagai dinding juga dibedakan berdasarkan tata letak bangunan dan fungsi ruangan. Untuk dinding di bagian bawah tanah menggunakan dinding waterproof, sedangkan dinding untuk ruang di atas permukaan tanah dapat menggunakan material batu bata/lempung dan kaca. Kaca yang digunakan merupakan kaca yang memiliki ketahanan terhadap ledakan.
Noise Absorbtion Plasterboard
Merupakan bahan yang terbuat dari gypsum yang dikhususkan untuk mengurangi gaung (echo) dan menyerap suara dalam ruangan. Gypsum ini terdiri dari 4 tipe perforasi geometris yang sangat khas dan unik. Saat diaplikasikan akan membentuk desain yang estetik yang unik. Gypsum jenis ini dapat diterapkan pada plafon maupun partisi.
Jenis gypsum ini biasanya digunakan pada ruangan besar, terbuka dan berplafon tinggi yang rentan terhadap terjadinya gaung, dan ruangan yang membutuhkan tingkat akustik yang tinggi.
Gypsum yang digunakan adalah gypsum jaya bell karena jenis gypsum merk ini memiliki perforasi pada papan gypsumnya dan lapisan kertas akustik khusus bagian belakang papan yang memberikan daya serap suara yang sangat baik. Jenis gypsum ini dapat diaplikasikan pada permukaan rata maupun lengkung (minimal radius 8000 mm) tanpa mengurangi kemampuan penyerapan suaranya. Gypsum ini memiliki ketebalan sekitar 12 mm dengan lebar 1200 mm dan panjang sekitar 2400 mm.
 Gambar. Aplikasi Gypsum Pada Dinding

  Gambar. Macam-macam Gypsum Kedap Suara

Aluminium Komposit
Bahan ini di aplikasikan pada bagian dinding luar. Dimana bahan ini memiliki bentuk yang halus, tidak mudah patah, tahan terhadap cuaca, mudah dibentuk dan tahan terhadap korosi mengingat bangunan ini berada di pinggir pantai. Selain itu penggunaan dinding dengan bahan ini dapat meredam getaran – getaran yang sesuai dengan fungsi bangunan yaitu sebagai gedung eksibisi dan konvensi.
Kaca
Fasad kaca pintar merupakan suatu konsep teknologi mutakhir dinding tirai kaca yang mempertemukan kepentingan ekologi maupun ekonomi byang dikondisikan sepenuhnya, dimana mampu mengurangi pantulan panas matahari dari bangunan yang disebabkan oleh meningkatnya temperature lingkungan diperkotaan maupun efek rumah kaca. Selain itu kaca pintar mampu mereduksi penggunaan energy yang dipakai untuk sistem tata udara dengan cara mengeliminir beban pendingin eksternal. Fasade pintar memiliki kemampuan otomatik sistem ini untuk selalu beradaptasi dengan penggantian cahaya dan kondisi cuaca sepanjang tahun dengan cara mengoptimasi sumber energy pada selubung bangunan. 
Pada bangunan eksibisi dan konvensi ini kaca yang digunakan pada selubung bangunannya merupakan kaca yang sering disebut sebagai insulated glass, dimana kaca ini memiliki ketebalan khusus yang mampu menyerap panas tanpa harus meneruskannya ke dalam bangunan. Selain itu kaca jenis ini, mampu sebagai akustik untuk meredam bising dan getaran. Sehingga pada bangunan ini nantinya dapat memaksimalkan cahaya alami pada area-area tertentu dan juga sebagai filter radiasi panas. Kaca ini memiliki ketebalan sekitar 3 mm – 10 mm.
Smart kaca adalah suatu kategori muncul dari Glazings yang menggunakan antarmuka listrik untuk mengatur jumlah cahaya, silau dan panas melalui produk seperti jendela. Glazings ini berkinerja tinggi menawarkan dua penghematan energi primer - mengurangi pemanasan dan pendinginan beban dan konsumsi energi yang lebih rendah untuk penerangan interior.
Menurut Amerika Serikat Departemen Energi, bangunan di Amerika Serikat sekarang hampir empat puluh persen dari seluruh energi yang dikonsumsi di negara ini, tingkat yang terus meningkat sejak data pertama kali dilaporkan lebih dari tiga dekade lalu. Glazings dianggap sebagai gateway antara penghuni bangunan dan lingkungan luar. Selain manfaat dari penghuni peningkatan kesejahteraan dan produktivitas, pencahayaan juga menawarkan kesempatan untuk mengurangi konsumsi sumber energi non-terbarukan secara tradisional digunakan untuk listrik, pemanasan, ventilasi dan pendingin udara.

Gambar. Detil Kaca Pintar
Kaca bawah laut
Kaca yang dipakai di dalam bawah laut memakai kaca lamisafe. Kaca lamisafe merupakan kaca dengan tingkat tinggi keamanan dan perlindungan yang tinggi terhadap penggunaanya. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pacahnya kaca, maka kaca lamisafe ini tidak akan berhamburan, tapi hanya retak dan sangat sulit ditembus. Lamisafe terdiri dari komposisi satu atau lebih lembaran film polifinil yang transparan, fleksibel dan sangat kuat dengan satu atau lebih lembaran kaca float dan disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan. Polifinil yang digunakan sangat jernih, bebas distorsi, tidak berkerut, dan tidak mengurangi sifat transparansi kaca. Lamisafe juga tahan terhadap kelembapan dan panas. Dengan demikian, lamisafe merupakan material yang sangat tepat untuk bahan transparan yang aman. Penggunaan kaca ini biasanya untuk :
  • Untuk atap kaca, skylight dan lain-lain,dimana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah 
  • Untuk penggunaan khusus seperti untuk kendaraan bermotor (mobil, kereta api,kapal laut dan pesawat) tangki air, aquarium berukuran besar, kaca tahan peluru dan lain-lain.
Baja ringan
Struktur dinding baja yang terbuat dari bahan baja ringan dengan mutu tinggi (high tensile/ Hi-ten) dengan lapisan 55% aluminium, 43,5% Zinc, dan 1,5% alloy ini sebenarnya tidak hanya menggantikan fungsi dinding, tetapi juga menggantikan fungsi kolom, dan dapat mendukung beban struktur yang ada di atasnya. Dengan demikian, pemakaian struktur rangka ini tidak lagi memerlukan kolom dan balok. Kelebihan lain struktur dinding baja ringan selain cepat adalah ringan bobotnya, kuat terhadap serangan rayap, dan tahan gempa. Struktur ini juga cocok bila digunakan pada bangunan yang lokasinya mempunyai daya dukung tanah yang tidak begitu baik.
Pemasangan rangka dinding akan menumpu sloof di atas pondasi. Antar-sloop dengan rangka dinding diikat dengan menggunakan dynabolt (angkur) sehingga beban bisa diteruskan ke pondasi. Untuk material penutup dinding, bagian luar bisa menggunakan panel dinding baja ringan (metal cladding), GRC, Fiber Cement (calciboard), atau kayu. Sedangkan untuk dinding bagian dalam bisa menggunakan gypsum. Dari sisi harga, struktur rangka dinding baja ringan sedikit lebih murah, dan tidak jauh berbeda dengan sistem konvensional.

Plafon
Plafond Eternit
Harganya relatif terjangkau dan pemasangannya mudah. Biasanya berasal dari bahan asbes yang dibuat dari campuran semen dan kain perca. Dipasaran berukuran 100cm x 100cm. Eternit memiliki sifat dan keunggulan khusus, yaitu membuat ruangan dibawahnya menjadi sejuk dan tidak lapuk jika terkena tetasan air.  Kelemahannya, eternit mudah patah apabila tidak berhati-hati pada waktu pemasangannya.
Plafond Gypsum
Berbahan baku batu gyps yang diolah secara pabrikasi. Bentuknya hampir sama dengan batu kapus, tetapi lebih halus. Di kedua sisi atasnya dilapisi kertas. Untuk plafond akustik biasanya berbentuk lembaran berlubang kecil-kecil agar plafond ini kedap suara dan untuk plafond wet area bersifat anti-air. Keunggulan plafond ini, adalah tidak mudah terbakar, dan tidak menyebarkan api, tidak dimakan rayap dan binatang kecil lainnya, sangat stabil bahkan hampir tidak mengalami muai susut, tidak mengandung asbes, tidak lapuk dan tidak membusuk, dan mudah dipotong dengan pisau cutter.
Plafon akustik
Sistem plafon ini menggunakan rangka tampak (esposed grid) yang digantung (suspended) dengan ceiling panel berukuran 9m atau 12mm. Ceiling panel ini merupakan kombinasi finishing cat dan perforasi.
Plafon Metal
Plafon dan Rangka Plafon spesifikasi :
Jarak main Chanel : 1000 mm
Jarak Sub Chanel : 600 mm
Jarak penggantung 1000 x 1000 mm
Rangka Plafon dapat terbuat dari :
Metal Furring 0.4 mm
Hollow Besi 0.4 mm / 0.5 mm
Hollow Galvanis 0.4 mm / 0.5 mm

Atap
Enamel Steel Panel
Merupakan panel atap dari baja Low Carbon Steel dengan pewarnaan yang tidak pudar, tahan gores, api, dan zat kimia (karena dibakar hingga suhu 800 derajat celcius) selain itu tahan terhadap bocor, tampilan luar, keawetan, flesibilitas, kemudahan perawatannya, serta mereduksi panas dan suara.
Zincalume Panel
Adalah panel atap dengan bahan dasar komposit seng, baja, dan aluminium yang tahan karat. Finishing panel ini menggunakan cat yang dalam prosesnya dibakar/dioven hingga 250 derajat celcius. Untuk mereduksi panas dan suara dibawah panel ditambahkan lapisan polyethylene.

Rabu, 13 April 2011

Universal Remote Watch Sporty


DESKRIPSI
Jam ini sangat unik dan jarang di pasaran Indonesia.Dapat digunakan seperti layaknya jam biasa dengan fitur Jam, kalender, dan stopwatch pada umumnya. Dilengkapi dengan fitur universal remote yang dapat mengendalikan berbagai jenis TV, DVD, VCD, VCR maupun TV Satelit. Sangat cocok untuk Kamu yang ingin memiliki Gadget unik serbaguna. Di bawah ini adalah fitur yang diberikan sesuai spesifikasi pabrik

FITUR
  • Terlihat seperti jam normal padahal sebuah remote TV dengan layar sentuh
  • Pengendali Volume, channel dan power on/off
  • Remote control untuk sebagian besar merk TV, SAT, DVD, VCD, VCR
  • Tampilan jam yang Real time
  • Fungsi Alarm
  • Fungsi Stopwatch
  • Green back light screen
  • Kalender(Tahun, Bulan, Hari, Waktu dan nama hari di tampilkan)
  • 12/24 time formats
 


Sumber : http://store.xulap.com

Selasa, 12 April 2011

Turun Jabatan

Selesai sudah tugas saya sebagai pengurus HMA FT-UB. Setelah kurang lebih 1 periode saya menjabat sebagai kadep eksternal akhirnya saya lengser juga. Masih banyak kekurangan dan kesalahan kesalahan yang saya lakukan saat menjabat sebagai kadep eksternal. Untuk semua staff yang tergabung di departemen eksternal saya mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya karena telah membantu saya bekerja selama 1 periode ini. Apabila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja saya mohon maaf. Untuk semua pengurus inti himpunan dari ketua himpunan sampai kadep2 yang lain terima kasih atas kerjasamanya. Semoga kesalahan kesalahan dan kebaikan kebaikan yang kita tinggalkan di selama menjadi pengurus inti dapat membuat HMA FT-UB menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya. Mungkin sekian kata kata dari saya. Salam Persahabatan! HIDUP ARSITEKTUR!!!


Senin, 04 April 2011

RTRW Kab. Magetan

Bagi para sahabat yang membutuhkan referensi tentang RTRW Kab. Magetan bisa di download disini. Disini berisi tentang:
Album Peta
  • Fakta dan Analisa
  • Pendahuluan
  • Presentasi
  • Rencana
  • Ringkasan Eksekutif
RTRW disini bagi Arsitek digunakan sebagai panduan dalam mengetahui kondisi wilayah, peraturan peraturan, serta data data penduduk pada daerah proyek. Hal ini akan mempermudah para arsitek dalam merancang karena RTRW telah disusun oleh Pemda setempat.
Yah mungkin itu dulu yang bisa saya Sharekan. Salam Persahabatan!!!!

Selasa, 29 Maret 2011

Beberapa Ciri dari Arsitektur Tionghoa di daerah Pecinan sampai sebelum th. 1900.

            David G. Khol (1984:22), menulis dalam buku “Chinese Architecture in The Straits Settlements and Western Malaya”, memberikan semacam petunjuk terutama bagi orang awam, bagaimana melihat ciri-ciri dari arsitektur orang Tionghoa yang ada terutama di Asia Tenggara. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :
  • “courtyard”
  • Penekanan pada bentuk atap yang khas.
  • Elemen-elemen struktural yang terbuka (yang kadang-kadang disertai dengan ornamen ragam hias)
  • Penggunaan warna yang khas.

Courtyard.
            Courtyard merupakan ruang terbuka pada rumah China. Ruang terbuka ini sifatnya lebih privat. Biasanya digabung dengan kebun/taman. Rumah-rumah gaya China Utara sering terdapat courtyard yang luas dan kadang-kadang lebih dari satu, dengan suasana yang romantis. Tapi di daerah China Selatan dimana banyak orang Tionghoa Indonesia berasal, courtyard nya lebih sempit karena lebar kapling rumahnya tidak terlalu besar (Khol, 1984:21). Rumah-rumah orang-orang Tionghoa Indonesia yang ada di daerah Pecinan jarang mempunyai courtyard. Kalaupun ada ini lebih berfungsi untuk memasukkan cahaya alami siang hari atau untuk ventilasi saja. Courtyard pada arsitektur Tionghoa di Indonesia biasanya diganti dengan teras-teras yang cukup lebar.
 
Gb.1. Typical rumah China yang mempunyai courtyard.

Penekanan pada bentuk atap yang khas.
            Semua orang tahu bahwa bentuk atap arsitektur China yang paling mudah ditengarai. Diantara semua bentuk atap, hanya ada beberapa yang paling banyak di pakai di Indonesia. Diantaranya jenis atap pelana dengan ujung yang melengkung keatas yang disebut sebagai model Ngang Shan (lihat Gb.4.)
 
Gb.2. Atap model Wu Tien, jarang dijumpai di Indonesia
 
Gb.3. Atap model Hsuan Shan, jarang dipakai di Indonesia.
 
Gb.4. Atap model Ngang Shan. Atap model ini yang sering dipakai di daerah Pecinan Indonesia.
 
Gb.5. Atap model Hsuan Shan. Kadang-kadang dipakai di Indonesia.
 
Gb.6. Atap model Tsuan Tsien, hampir tidak pernah dipakai di Indonesia.

Elemen-elemen struktural yang terbuka (yang kadang-kadang disertai dengan ornamen ragam hias)
            Keahlian orang Tionghoa terhadap kerajinan ragam hias dan konstruksi kayu, tidak dapat diragukan lagi. Ukir-ukiran serta konstruksi kayu sebagai bagian dari struktur bangunan pada arsitektur Tionghoa, dapat dilihat sebagai ciri khas pada bangunan China. Detail-detail konstruktif seperti penyangga atap (tou kung), atau pertemuan antara kolom dan balok, bahkan rangka atapnya dibuat sedemikian indah, sehingga tidak perlu ditutupi. Bahkan diperlihatkan telanjang, sebagai bagian dari keahlian pertukangan kayu yang piawai.
 
Gb.7. Struktur penyangga atap yang menjadi salah satu ciri khas rumah-rumah orang China di daerah Pecinan.
 
Gb. 8. Rangka penyangga atap yang diperlihatkan sebagai dekorasi pada rumah di daerah Pecinan.

Penggunaan warna yang khas. 
             Warna pada arsitektur China mempunyai makna simbolik. Warna tertentu pada umumnya diberikan pada elemen yang spesifik pada bangunan. Meskipun banyak warna-warna yang digunakan pada bangunan, tapi warna merah dan kuning keemasan paling banyak dipakai dalam arsitektur Tionghoa di Indonesia. Warna merah banyak dipakai di dekorasi interior, dan umumnya dipakai untuk warna pilar. Merah  menyimbolkan warna api dan darah, yang dihubungkan dengan kemakmuran dan keberuntungan. Merah juga simbol kebajikan, kebenaran dan ketulusan. Warna merah juga dihubungkan dengan arah, yaitu arah Selatan, serta sesuatu yang positif. Itulah sebabnya warna merah sering dipakai dalam arsitektur China.

Pengertian Klenteng




Kelenteng tidak sekedar tempat kehidupan keagamaan berlangsung. Tapi juga merupakan ungkapan lahiriah masyarakat yang mendukungnya. Itulah sebabnya penelitian mengenai  sebuah kelenteng dapat memberikan sumbangan sangat berharga untuk memahami sejarah sosial masyarakat Tionghoa setempat. Seperti diketahui bahwa pada masa penjajahan Belanda masyarakat Tionghoa yang digolongkan sebagai Vreemde Oosterligen (Timur Asing), dikepalai oleh pemimpin kelompok yang tunjuk oleh pemerintahan kolonial. Pemimpin ini biasanya diberi pangkat seperti letnan, kapten atau kalau jumlah penduduk Tionghoa setempat cukup banyak terdapat seorang mayor. Lalu apa hubungan antara para opsir Tionghoa ini dengan kelenteng? Tugas opsir Tionghoa selain mengawasi masyarakatnya, juga bertanggung jawab atas pemungutan pajak, mengatur monopoli terhadap barang tertentu dibidang ekonomi, mengurus kelenteng-kelenteng, serta membiayai upacara-upacara keagamaan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengurus pemakaman/pekuburan. Gong-guan (Kong-kwan-Hokkian) atau dewan Tionghoa, yang dalam bahasa Belanda terkenal dengan sebutan Chineeseraad diadakan untuk membantu pekerjaan ‘administratif’ mayor Tionghoa .Jadi kedudukan opsir Tionghoa sangat penting di dalam organisasi masyarakatnya. 
Opsir Tionghoa biasanya berasal dari keluarga kaya di daerahnya. Mereka ini tidak jarang menguasai jalur perdagangan komoditas tertentu di daerahnya. Di Pasuruan keluarga opsir Tionghoa menguasai perdagangan peredaran opium serta penggilingan gula (sugar mill). Tidak jarang mereka ini mayoritas hanya berasal dari keluarga tertentu saja. Demikan juga halnya dengan di Pasuruan para opsir Tionghoa ini berasal dari keluarga Han (yang asal usulnya dari Surabaya) dan keluarga Guo (Kwee – Hokkian), yang berasal dari Semarang. Karena para opsir ini juga berfungsi sebagai pengurus kelenteng maka tidak jarang mereka ini membiayai upacara-upacara keagamaan. Pada sebuah kelenteng tidak jarang kita jumpai semacam prasasti di kelenteng tersebut. Tidak jarang nama para opsir atau penyumbang kelenteng yang lain diabadikan dalam bentuk tulisan dalam prasasti tersebut.
Sulit untuk meng-generalisasi bentuk sebuah kelenteng. Karena kelenteng sendiri selain bermacam-macam jenisnya, juga besar kecilnya sangat bervariasi. Dewa-dewa yang ada di setiap kelentengpun berbeda satu sama lain. Meskipun sebagian besar dewa yang terdapat di kelenteng Asia Tenggara pada umumnya adalah Mak co atau Mazu atau Thiansan Seng Bo.
 Tapi secara phisik bangunan kelenteng pada umumnya terdiri dari empat bagian. Yaitu: Halaman Depan, Ruang Suci Utama, Bangunan Samping dan Bangunan Tambahan. Yang pertama adalah Halaman Depan yang cukup luas. Halaman ini digunakan untuk upacara keagamaan berlangsung. Lantai halaman depan ini kadang-kadang dilapisi dengan ubin, tapi tidak jarang hanya berupa tanah yang diperkeras. Perlu dimaklumi bahwa tata cara peribadahan di kelenteng memang tidak dilakukan bersama-sama pada waktu tertentu, seperti di gereja atau mesjid. Cara peribadahan di kelenteng dilakukan secara pribadi, sehingga di dalam kelenteng tidak terdapat ruang yang luas untuk menampung umat.
 Upacara perayaan keagamaan seperti Cap Gomeh atau sembayang rebutan (pu-du, pesta Tionghoa pada pertengahan bulan ke-7, biasa disebut  juga ‘rebutan’ atau cioko), bahkan wayang Tionghoa atau potehi (bu-dai-xi), juga digelar dihalaman depan ini. Tidak jarang halaman depan ini juga dipakai untuk tempat bermain barongsai.  Di halaman depan ini biasanya juga terletak tempat pembakaran kertas (jin-lu), tiang-tiang pagoda atau tidak jarang juga sepasang singa batu (kadang-kadang tertera tahun pembuatannya).
Yang kedua, adalah Ruang Suci Utama, merupakan bagian utama dari sebuah kelenteng. Bangunan kelenteng biasanya mempunyai ragam hias yang indah dan detail sekali. Atapnya berbentuk perisai dengan ‘nok’ melengkung ditengah serta ujungnya melengkung keatas. Nok selalu sejajar dengan jalan. Diatas nok tersebut biasanya terdapat sepasang naga yang memperebutkan ‘mutiara surgawi’. Kelenteng-kelenteng kuno mempunyai hiasan yang sangat indah. Tukang-tukang sekarang jarang bisa mereparasi kembali kalau terjadi kerusakan. Tampak depannya kadangkala terdapat semacam teras tambahan. Pintu depannya terdiri dari dua daun kayu yang sering dihias dengan lukisan dua orang penjaga (men-sen). Tapi banyak kelenteng yang pintunya dibiarkan terus terbuka. Biasanya didepan atau didalam ‘ruang suci utama’ ini selalu terdapat papan yang melintang (bian-e) atau papan membujur (dui-lian), sumbangan bagi para dermawan selama berabad-abad. Dari tulisan ini kadang-kadang kita bisa mendapat informasi tentang sejarah kelenteng serta masayarakat pendukungnya dimasa lampau.  Ukuran besar dan kecilnya ruang suci utama ini berbeda pada setiap kelenteng. Tapi pada umumnya berbentuk segi empat. Di kelenteng-kelenteng besar terdapat semacam courtyard ditengahnya yang digunakan sebagai tempat pemasukan cahaya alami, serta menampung air hujan dari atap. Konstruksi utamanya adalah kolom dan balok. Tidak jarang kolom yang ada di dalam interiornya dipahat dengan dengan sangat indah. Sebuah altar utama terdapat pada dinding belakang ruang suci utama ini. Dewa utama terletak disini. Di depan altar paling tidak terdapat sebuah meja . Kadang-kadang lebih dari satu. Sering juga diapit dengan dua altar samping. Diatas meja pertama selalu terdapat tempat pedupaan. Di depan tempat pedupaan terdapat beberapa batang hio yang selalu mengepulkan asap. Di meja altar depan sering terdapat mu-yu, semacam alat bunyi-bunyian dari kayu, dan khususnya sesajen-sesajen tertentu berupa bauh-buahan, kue-kue dan makanan. Meja ini penuh makanan terutama pada hari-hari raya keagamaan. Di dekat pedupaan ini sering terdapat benda-benda penting, yang memungkinkan para dewa dapat ditanya tentang masa depan. Misalnya seperti bei-jiao (dua potong kayu berbentuk tiram yang dapat dilempar ke tanah) dan sebuah vas kayu berbentuk silinder (gian-tong), yang berisi lusinan bilah kayu (bu-qian) didalamnya. Tiap-tiap bilah cocok dengan syair yang tertulis pada secarik kertas yang merupakan jawaban sang dewa. Orang yang sembahyang mengocok vas tersebut, sampai sebilah kayu akan jatuh kelantai lalu mengambil secarik kertas bernomor yang sesuai dengan kayu tadi dari salah satu laci sebuah lemari kecil. Ada kelenteng tertentu kadang-kadang kita juga bisa meminta kertas (hoe), untuk keselamatan dan kesehatan. Besar kecil ruang suci utama ini sangat bervariasi dari satu kelenteng dengan kelenteng lainnya.
Yang ketiga, adalah ruang-ruang tambahan, ruang ini sering dibangun kemudian setelah ’ruang suci utama berdiri’. Bahkan tidak jarang dibangun setelah kelenteng berdiri selama bertahun-tahun. Hal Ini disebabkan karena adanya kebutuhan yang terus meningkat dari kelenteng yang bersangkutan.
Yang keempat adalah bangunan samping. Bangunan ini biasanya dipakai untuk menyimpan peralatan yang sering digunakan pada upacara atau perayaan keagamaan. Misalnya untuk menyimpan Kio (joli), yang berupa tandu, yang digunakan untuk memuat arca dewa  yang diarak pada perayaan keagamaan tertentu.