Thursday, March 17, 2011

Konstruksi Kayu


Pengertian dan Sifat Kayu
Kayu mempunyai beberapa kegunaan bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah dijadikan sebagai bahan bangunan dalam pembuatan suatu bangunan. Kayu banyak digunakan dalam bangunan-bangunan sederhana dan dalam konstruksi kuda-kuda untuk atap. Digunakannya kayu untuk bangunan disebabkan karena kayu mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan bahan lain seperti baja, antaran lain karena kayu mempunyai berat volume yang lebih ringan, harga yang lebih murah, mudah diperoleh terutama di Indonesia yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas, dan dapat memberikan kenampakan luar yang indah.
Kayu sampai saat ini masih banyak dicari dan dibutuhkan orang. Diperkirakan pada abad abad yang akan datang kayu masih akan selalu dibutuhkan. Dari segi manfaat bagi kehidupan manusia, kayu dinilai mempunyai sifat sifat utama yang menyebabkan kayu selalu dibutuhkan manusia.
Sifat sifat utama bahan bangunan kayu dapat diuraikan sebagai berikut.
  • Kayu merupakan kekayaan alam yang tidak akan habis habisnya jika dikelola/diusahakan dengan baik.
  • Kayu merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang lain.
  • Kayu mempunyai sifat sifat spesifik yang tidak bisa ditiru oleh bahan lain buatan manusia. Misalnya kayu mempunyai sifat elastis, ulet, tahan terhadap pembebanan yang tegak lurus dengan seratnya atau sejajar seratnya dan berbagai sifat lainya.
Jenis jenis kayu yang digunakan pada umumnya disesuaikan dengan fungsi dari komponen rumah yang bersangkutan. Dimana komponen rumah adalah bagian bagian yang menyusun sebuah rumah, seperti lantai, dinding, pintu, jendela, plafon, dan lain lain. (Abdurachman; 1980, Barly dan Abdurrohim; 1982).
Pemilihan dan penggunaan kayu untuk satu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan dari sifat sifat kayu tersebut dan yang umum adalah : berat jenis, kelas awet dan kelas kuat. Pengetahuan sifat sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat ditentukan kemungkinan substansi oleh jenis kayu lain, apabila jenis kayu tersebut sulit didapat secara kontinyu atau harganya lebih mahal (Anonimius; 1979). Menurut Soekotjo (1977), kayu untuk perumahan biasanya dalam bentuk:
  1. Untuk kerangka rumah
  2. Atap
  3. Dinding
Konstruksi Atap Kayu
Konstruksi atap adalah bagian paling atas dan suatu bangunan, permasalahan konstruksi atap tergantung pada luasnya ruang yang harus dilindungi, bentuk dan konstruksi yang dipilih, dan lapisan penutupnya.
Pengaruh lingkungan luar terhadap atap menentukan pilihan penyelesaian yang baik terhadap suhu ( sinar matahari ), cuaca ( air hujan dan kelembaban udara), serta keamanan terhadap kebakaran (petir dan bunga api) sehingga atap harus memenuhi kebutuhan terhadap keamanan dan kenyamanan.
Konstruksi atap rangka kayu adalah suatu konstruksi yang berfungsi bagai penahan beban penutup atap, yang melindungi penghuni rumah dan panas matahari, angin dan air hujan, yang strukturnya terbuat dan rangka kayu.
Konstruksi atap rangka kayu memiliki elemen-elemen sebagai berikut :
Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda - kuda yang berfunfsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo) dan menerima gaya tekan.
Gording merupakan sebagai penyangga kasau (usuk) tenletak pada kuda penopang dibutuhkanjikajarak antara bantalan dan bubungan> 2 m.
Kasau / Usuk merupakan balok melintang di atas balok dinding (bantalan), gording, dan bubungan serta berfungsi sebagai penyangga reng. Ujung bawah kasau diteruskan menonjol pada dinding rumah ke luar, membentuk lebar tritisan yang dikehendaki.
Reng merupakan bilah yang melintang di atas kasau dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng, sedangkan ring balok diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda.
Listplank Tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah kasau sebagai pengikat ujung kasau. Listplank harus dilindungi terhadap cucuran air hujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk.
Konstruk rangka batang konstruksi rangka yang terletak pada sebuah bidang dan saling dihubungkan degan sendi pada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dan segitiga-segitiga.
Pelapis atap merupakan lapisan kedap air biasanya terbuat dari seng, plastik, plat semen berserat yang biasanya diletakkan  di atas kasau, Sedangkan penutup atap nerupakan lapisan kedap terhadap resapan air hujan yang sering digunakan dari bahan ijuk, rumbia, genteng, plat semen berserat, atau seng bergelombang. 
Pada konstruksi kuda-kuda, terutama yang berkonstruksi kayu, kemiringan dan bentuk atap sangat dipengaruhi prinsip konstruktif dan bentuk konstruksi atap kayu. 
Gambar : Konstrksi rangka kuda kuda
Perhitungan serta perencanaan konstruksi kayu harus mengindahkan :
  1. Perhitungan konstruksi harus didasarkan atas pengetahuan ilmu gaya
  2. Muatan yang ditetapkan seperti :
    • Muatan tetap, seperti beban bergerak yang bersifat tetap atau terus-menerus, berat sendiri, tekanan tanah, tekanan air dan sebagainya.
    • Muatan tidak tetap, seperti beban bergerak tidak tetap, beban orang berkumpul dan sebagainya.
    • Tegangan-tegangan yang diperkenankan untuk kayu
Material Kayu merupakan salah satu bahan konstruksi yang mempunyai berat jenis ringan dan proses pengerjaannya dapat dilakukan dengan mudah dan peralatan yang sederhana. Sebagai bahan dari alam, kayu dapat terurai secara sempurna sehingga tidak ada istilah limbah pada konstruksi kayu. Untuk mengetahui kualitas kayu secara visual sudah sejak lama dipergunakan oleh masyarakat kita. Beberapa parameter visual yang dapat  diamati pada kayu dan berhubungan erat dengan kekuatan adalah lebar cincin tahunan, kemiringan serat, mata kayu,  keberadaan jamur atau serangga perusak kayu, dan retak. Apabila  si pengamat  tidak mempunyai keahlian dan pengalaman, maka pemilihan kelas kuat kayu akan lama dan hasilnyapun menjadi  tidak reliable (mengandung banyak keraguan) untuk itu dilakukan pemilahan dengan menggunakan pengujian sifat mekanik untuk mengetahui kekuatan lentur, kekuatan tarik, dan kekuatan tekan. Adapun Dasar Perencanaan Konstruksi Kayu dalam buku ini ddasarkan dengan Standart SNI-5 2002 yaitu tentang Tata Cara Perencanaan Konstruksi kayu. Dalam perencanaan itu meliputi, Perencanaan batang Tarik, Perencanaan tekan, pengenalan alat sambung kayu. Analisis sambungan paku, Analisis sambungan paku, Analisis sambungan baut dan Analisis sambungan takikan. Semoga buku  ini dapat menjadi pegangan dan referensi mahasiswa, dosen dan enginer dalam menyusun perancangan konstruksi kayu.

No comments:

Post a Comment