Senin, 21 Februari 2011

Material Bangunan

A. Material Lantai
Alas lantai menjadi media estetis guna mempercantik ruangan. Unik menjadi penggambaran yang tepat untuk bahan yang tak umum digunakan. Misalnya material lantai dari  parket, kayu, cor semen, epoksi, kaca transparan, tegel lawas, terakota, besi, bahkan baja.
1. Lantai Parket
Parket merupakan lembaran kayu berbentuk persegi panjang, papan kecil dengan pola tertentu, dengan pori-pori sangat kecil, lebih dari pada kayu olahan. Parket yang ada dipasaran terbagi dua. Yaitu yang menggunakan lapisan kayu asli dan menggunakan bahan resin kimia.
Parket berjenis kayu olahan, lapisannya terbuat dari MDF (Medium Density Fiber) atau HDF (High Density Fiber) dengan lapisan atas menggunakan melamine laminated flooring. Adapula yang dilapis semacam  karet lembut agar menambah nyaman.
Parket kayu olahan berjenis HDF tahan bara rokok, tak mudah berubah warna, dan tidak berbau.Satu keunggulan lain yang ditawarkannya, tidak mudah melengkung atau berubah bentuk karena proses tekanan berat (HDF). Meski kini ada kayu olahan yang tahan terhadap air, namun pelapis lantai kayu lebih banyak dipasang pada area kering.
2. Lantai Kayu
Kayu bangkirai dengan panjang masing-masing 60cm dipasang bersusun.  Lebarnya hanya 5cm. Dengan ukuran seperti ini tentu tidak sulit mendapatkannya. Anda bisa ke pengrajin kayu dan mencari kayu bangkirai "sisa". Tentu harga yang dipatok lebih murah jika dibandingkan dengan kayu utuh. Dengan coating kayu berjenis doof,  tekstur kayu bengkirai akan semakin terlihat. Tidak cuma mengejar tampilan, coating juga menjadikan kayu tahan lama. Lantai kayu dapat dipasang di manapun. Sesuaikan dengan keinginan Anda. Jangan lagi berfikir kayu itu mahal jika punya keinginan untuk berkreasi.
3. Lantai Vinyl
Vinyl merupakan material baru dan mulai banyak dilirik. Bahan ini lentur namun kuat karena terdiri dari beberapa lapisan.
Tiga lapisan pembentuk vinyl adalah compact layer, glass fiber, dan printing layer. Lapisan paling luar adalah Uv Coated Wear Layer. Lapisan ini nampak mengkilap dan terkesan licin.
Vinyl mempunyai ukuran lebar antara 1.8 - 2 meter. Sedangkan panjang mencapai 20 meter/rol. Tebal vinyl sekitar 0.3mm.
Di Indonesia, vinyl masih banyak yang diimpor dari Eropa. Austria dan Belgia contoh dua negara produsen vinyl. Meski begitu, ada juga produsen dari Asia, yakni Korea.
Aplikasi Vinyl tidak terbatas hunian pribadi atau bangunan publik. Pada hunian vinyl banyak diaplikasikan sebagai lantai ruang keluarga, ruang tidur, dan dapur. Rumah sakit jadi salah satu bangunan publik yang biasa juga menggunakannya. Selain itu ada hotel, perkantoran bahkan asrama sekolah.
Kelebihan yang ditawarkan bahan Vinyl  sangatlah banyak. Vinyl kuat hingga tidak mudah robek. Selain itu juga, tahan panas dan  air. Bahan ini juga mempunyai usia panjang hingga menghemat pengeluaran.
Hadir dengan beragam motif, bahkan ada yang berdesain emboss, saat ini baru motif natural yang banyak beredar di pasaran. Serat kayu dan tekstur batu alam merupakan yang paling populer.
4. Lantai Kaca
Sebagian orang mungkin kagum melihat jika kaca dijadikan lantai. Hal itu mungkin saja terjadi. Kaca tebal (terlebih dari jenis yang berlaminasi ganda) dapat dipergunakan sebagai lantai. Kaca jenis ini bisa merupakan gabungan dari dua kaca tebal 8mm.
Meski dapat dipergunakan sebagi lantai, bukan berarti kaca dapat diaplikasikan seenaknya. Ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi. Misalnya, memasang rangka besi sebagai dudukannya. Rangka ini harus berbentuk grid atau kotak-kotak berukuran maksimal 60cmx60cm per kotaknya. Pembuatannya sebetulnya tidak sulit. Yang terpenting, ketika membuat pastikan rangka ini kuat, datar, dan rata. Dua hal ini penting untuk menjaga agar kaca tidak melengkung ketika diinjak. Jika kaca melengkung ketika diinjak, maka terbuka kemungkinan kaca retak dan pecah.
Kaca memang menjadi salah satu bentuk material lantai yang unik. Selain kaca, lantai unik juga dapat tercipta dari penggunaan terakota. Bahan yang banyak dibuat di Plered, Jawa Barat, ini banyak diaplikasikan di banyak ruang, tidak hanya di teras. Terakota akan lebih indah dengan permukaan dibiarkan kasar dan nat besar. Bisa juga Anda menggunakan besi sebagai lantai. Yang ini memang tidak umum, tapi tampilannya bisa jadi sangat mengagumkan.
B. Material Dinding
1. Bata Merah
Masyarakat paling umum mengenal material bata merah ini sebagai material dinding. Bata merah yang terbaik saat ini kualitasnya berasal dari Garut, Jawa Barat. Ukuran normalnya adalah 5x10x20 cm3, namun untuk daerah Jawa Tengah ukurannya agak berbeda, lebih tipis namun lebih lebar. Bata merah yang baik Anda bisa lihat dari bentuknya yang cukup rapi dengan warnanya yang merah bata, menandakan bahan bakunya cukup baik dengan proses pembakarannya yang cukup sempurna. Usahakan jangan memilih bata yang warnanya agak pucat dan bentuknya agak tidak beraturan, karena pada saat pengiriman mungkin akan banyak yang pecah serta membuat tukang lebih sulit membuat dinding yang rapi, sehingga akhirnya akan memngakibatkan pemakaian semen dan pasir berlebih.
Karena bobotnya, struktur rumah yang menggunakan bata sebagai dindingnya harus didesain lebih kokoh untuk memikul berat dinding, terutama untuk rumah dengan jumlah lantai >2. Sehingga dibandingkan dengan material dinding lainnya, strukturnya akan menjadi lebih boros. Akan tetapi banyak orang yang menyukai menggunakan bata merah ini, karena memang dinding akan menjadi lebih kokoh dan kuat.
2. Batako
Batako standar memiliki ukuran 10x20x40 cm3, kisaran harganya dari 2000/pcs s/d 6000/pcs, tergantung kualitas dan pabrikannya. Batako walaupun memiliki ukuran yang lebih besar dari bata merah, namun secara keseluruhan lebih ringan dari pada bata, sehingga dapat membuat struktur menjadi lebih murah. Namun kekurangan batako karena bagian dalamnya kosong membuat dinding rumah nantinya tidak bisa dipaku (untuk menggantung hiasan dinding seperti frame foto dan lukisan), hal ini yang membuat banyak orang kurang suka menggunakan batako sebagai material dinding rumahnya.
Batako akan sangat bagus bila diekspos, tanpa di finshing sama sekali. Desain rumah yang cocok apabila dinding batako ini di ekspos salah satunya adalah minimalis. Sangat sesuai dengan filosofi minimalis dan tentu juga membuat biaya bangun rumah menjadi lebih murah.
Tips: pilih batako dengan kualitas yang baik, lebih mahal dari pada yang biasa tidak apa-apa, ini untuk menghindari retak pada tembok di kemudian harinya, ini terutama bila dinding rumah diekspos.
3. Bata Beton Ringan
Bata beton ringan akhir-akhir cukup naik daun, di pasaran beredar banyak merknya, mulai dari pelopornya hingga yang merknya tidak jelas. Dengan beragam ukuran yang ditawarkan, bata beton ringan ini mempunyai banyak kelebihan dibandingkan bata dan batako. Karena bobotnya yang ringan serta ukurannya yang cukup presisi (buatan pabrik) membuat rumah yang menggunakan bata beton ringan ini bisa menghemat dari segi struktur dan acian dinding. Kekurangannya hanyalah, harganya jauh lebih mahal dari pada bata maupun batako, dan rumah yang menggunakan dinding bata beton ringan ini juga disarankan tidak menggunakan paku untuk menggantung hiasan dinding, melainkan memakai fiser dan skrup.
Tips: gunakan tukang tembok yang terbiasa memakai bata beton ringan, agar tidak boros dalam pemakaian semen dan pasir, akan lebih baik bila plesteran dan acian menggunakan semen instan (tersedia dalam banyak merk).
4. Kayu Dolken
Kayu memberi kesan alami pada ruangan. Menggunakan kayu, ruang juga jadi terasa lebih sejuk.
Rumah dengan aplikasi kayu, masih mudah kita temui di Indonesia. Ini dikarenakan, di Indonesia kayu bisa diperoleh di mana-mana, dan harganya relatif murah dibandingkan di luar negeri.
Pada sebuah rumah, aplikasi kayu tidak sebatas pada kusen jendela, atau daun pintu. Kayu juga bisa dipakai sebagai dinding pembatas ruang.
Pada contoh model di bawah, kayu dolken dijejer vertikal sebagai bagian dari dinding rumah. Jejeran dolken ini menyisakan celah antarkayu, sehingga berkesan sebagai sebuah kisi-kisi atau pagar ketimbang sebuah dinding. Lihatlah betapa indah aplikasinya.
 
C. Material Atap
Pada dasarnya material atap terbagi dalam 2(dua) kategori yaitu modern dan konvensional. Pemakaiannya tergantung kondisi masing-masing dengan memperhatikan bentuk dan fungsi ruang tersebut. Jenis atap tersebut adalah.
1. Atap Seng
Atap seng sudah umum digunakan di seluruh dunia, hanya jaman sekarang modelnya udah di modifikasi. Jenis ini seperti seng gelombang, seng plat dll

2. Atap sirap
Terbuat dari irisan kayu ulin, banyak digunakan pada rumah-rumah adat, gasebo dan selasar.
 
3. Atap Rumbia
Terbuat dari anyaman daun rumbia atau daun Nipa. Di daerah pedalaman atap ini menjadi alternatif utama, namun jika di perkotaan atap ini banyak dipakai sebagai atap penutup Gasebo.

4. Dak beton
Terbuat dari kombinasi besi dan cor beton. Banyak dipergunakan pada rumah-rumah modern atau yang sering dikenal sebagai rumah minimalis. Dak beton cukup kuat menahan perubahan cuara. Saat ini ada lagi dak beton atau lantai plat siap pasang namanya “dak beton kraton” karya anak bangsa.
5. Genteng Metal 
Ini dalah yang paling banyak digunakan saat ini selain ringan genteng metal in memiliki banyak pilihan bentuk dan warna. Tidak jauh beda dengan atap seng, ditaman pada balok gording rangka atap, menggunakan sekrup. Pemasangannya tidak jauh berbeda dengan genteng tanah liat. Ukuran yang tersedia bervariasi, 60-120cm (lebar), dengan ketebalan 0.3mm dan panjang antara 1.2-12m contohnya seng multiroof.

6. Genteng Tanah Liat
Material ini banyak dipergunakan pada rumah umumnya. Genteng terbuat dari tanah liat yang dipress dan dibakar. Kekuatannya cukup. Genteng tanah liat membutuhkan rangka untuk pemasangannya. Genteng dipasang pada atap miring. Genteng menerapkan sistem pemasangan inter-locking atau saling mengunci dan mengikat.
 7. Genteng Aspal
Bahan meterial yang satu ini dari campuran aspal dan bahan kimia lain. Ada dua model yang tersedia di pasar. Pertama, model datar bertumpu pada multipleks yang menempel pada rangka. Multipelks dan rangka dikaitkan dengan bantuan sekrup. Genteng aspal dilem ke papan. Untuk jenis kedua, model bergelombang, ia cukup disekrup pada balok gording.
 8. Genteng Keramik
Bahan dasar genteng ini tetap keramik, namun telah mengalami proses finishing glazur. tersedia dalam beragam warna dan ukuran. Aplikasinya cocok untuk atap balkon hunian modern. Genteng ini bertumpu pada rangka kayu dan beton.
9. Atap tenda atau kain terpal
Ini untuk yang sifatnya kontenporer. Dipakai pada atap balkon, cocok juga untuk kanopi jendela. Bahan terbuat dari kain terpal dan plastik padat, juga elastis. Kain-kain terpasang dan bertumpu pada rangka besi. Pengait menggunakan sekrup agar menempel kuat di dinding. Dengan cara pemasangan mirip layar, atap kain terpal mudah dilepas-dipasang.
10. Atap polikarbonat
Polycarbonate adalah plastik dari persenyawaan dari biji resin/plastik yang diolah menjadi lembaran. Atap ini digunakan pada area atap tembus pandang yang berfungsi sebagai penyaring cahaya. 

Liburan ke Kota Patria

Banyak hal seru yang aku lakukan pada liburan semester kali ini. Kali ini saya jalan jalan ke tempat bersejarah bagi warga negara Indonesia. Tepatnya pada Kamis, 17 Februari 2011, aku dan Nindy ceweku yang tersayang sedang jalan jalan ke kota Patria, Blitar. Perjalanan yang sebenarnya tidak direncanakan ini dilakukan karena saya kepikiran untuk jalan jalan. Selain untuk mengisi liburan juga untuk menghilangkan rasa jenuh dengan rutinitas harian yang selalu jalan ke kampus. Berangkat dari Malang pukul 11.00WIB sampai di kota Blitar jam 12.30WIB dibutuhkan 2,5 jam perjalanan Malang-Blitar. Selama perjalanan cuacanya cerah dan enak untuk melakukan perjalanan walaupun sedikit panas setelah sampai di Blitar. Perbedaan suhu antara Blitar dan Malang sungguh terasa, suhu di Malang yang relatif dingin dan hangat berbeda dengan suhu di Blitar yang panas walaupun tak sepanas Surabaya.
Setelah sampai Blitar Nindy sms temannya Sari yang bersedia menjadi tour guide kami selama di Blitar. Setelah dihubungi kami mampir dulu ke rumah Sari dulu. Rumah Sari berada di dekat alun-alun kota Blitar. Kami beristirahat dulu di rumah Sari setelah lelah berkendara dari Malang menuju Blitar. Setelah terasa gag cape dan udara yang sudah tidak panas lagi kira kira jam 15.00WIB kami menuju di rumah masa kecil Presiden RI yang pertama yaitu Bung Karno(sapaan akrab). Rumah yang berada di jalan Sultan Agung no. 59 ini dulunya merupakan tempat tinggal Bung Karno kecil bermain dan belajar. Rumah ini sempat heboh karena akan dijual dengan harga 35M. Untungnya rumah bersejarah ini dapat diselamatkan oleh Pemkab Blitar dengan membeli rumah tersebut. Rasa kecewa yang saya rasakan ketika sampai di rumah itu. Saya berharap dapat masuk dalam rumah yang berisi tentang kisah kisah Bung Karno tapi sesampainya disana rumahnya tutup. Ya sudahlah mungkin lain kali saya akan berkunjung lagi ke rumah tersebut.
Setelah dari rumah Bung Karno kami menuju ke Makam Bung Karno. Makam yang masih terawat ini ramai dikunjungi oleh wisatawan yang sedang berada di Blitar. Selain untuk berziarah ke Makam Bung Karno juga ada museum yang berisi tentang cerita Bung Karno. Bangunan Museum ini termasuk bangunan tambahan di area makam. Selain museum terdapat juga bangunan perpustakaan umum kota Blitar. Bangunan ini memilki kesan modern. Kesan modern dapat dirasakan dari bentukan massa bangunan yang kotak kotak dengan penggunaan material kaca yang dominan. Secara penataan massa bangunan yang berada pada area pemakamaan Bung Karno ini juga sangat mengesankan. Perpaduan antara modern dan tradisional dapat menyatu. terlihat juga peralihan massa bangunan dar modern ke  tradisional secara linier. Dimulai dari Gedung Perpustakaan dan museum yang terkesan modern menuju kolam yang merupakan perantara dan kemudian dilanjutkan oleh keberadaan makam yang tradisional. Bangunan ini sangat berarti bagi masyarakat Blitar sebagai daya tarik wisata.

Setelah puas melihat lihat di area makam Bung Karno ini kami mengakhiri liburan di Kota Patria ini. Setelah berpamitan dengan Sari tidak lupa Kami membeli buah tangan untuk dibawa ke Malang. Kami membeli makanan khas kota Blitar yaitu Uceng. Ikan uceng dijual kiloan. Ikan ini uda digoreng dan siap untuk disantap. Rasanya gurih dan enak tidak rugi jika beli makanan ini. Tapi jika dibawa pulang lebih enak bila di goreng ulang biar terasa lebih kriuk lagi. Ya mungkin itu dulu yang bisa saya sharingkan pada bloger bloger semua. Jika ada coment comen dipersilahkan. Nikmati liburanmu sobat.
Salam Persahabatan!

Kamis, 17 Februari 2011

Ponsel Jam Tangan

Semakin lama, ponsel menjadi kian praktis saja. Kini, perangkat bergerak itu tak perlu lagi ditenteng-tenteng atau dikantongi dalam saku. NeotitanX kembali merilis ponsel berkonsep jam tangan yang kali ini dilabel NeotitanX WM-N-900, fungsi sebuah ponsel lagi-lagi bisa dinikmati. Perangkat yang terpasang pada pergelangan tangan ini memang diciptakan sebagai kombinasi jam dan ponsel. Secara disain, bentukan WM-N900 memang tak jauh beda dibanding WM-N800. Namun, sedikit terlihat lebih futuristik dengan polesan warna berchrome metal stainless di beberapa bagian bodi. Handband-nya terbuat dari bahan karet keras dengan tingkat kelenturan yang cukup baik. Sebagaia ponsel, Neotitan WM-N900 didukung jaringan seluler quadband GSM. Sementara, lcd yang digunakan menggunakan teknologi layar sentuh (touchscreen). Ukurannya 1.33 inci, berdaya pancar 262.144 warna. Lumayan terang dan jernih untuk menampilkan deretan menu.
Di sisi fitur, Neotitan WM-N900 tak ubahnya ponsel merk lokal yang beredar di pasaran. Mulai dari pemutar musik dan video, radio FM dengan speaker stereo, serta kemampuan untuk merekam suara (voice recorder). Soal penyimpanan data, gadget ini pun sudah ditopang dengan slot kartu microSD up to 2GB sebagai pendukung memori internal yang sebesar 1917kb.
Untuk bertukar file, WM-N900 juga menyediakan sarana koneksi yang lumayan memadai. Ada Bluetooth yang sudah mendukung kemampuan A2DP, dan juga kabel data. Anda yang hobi berselancar ke dunia maya, juga bisa menggunakan browser WAP standar lewat jalur data GPRS. Di pasaran, ponsel jam tangan ini bisa diperoleh dengan kisaran harga Rp 2,7 juta-an.



Spesifikasi: Jaringan: Quadband GSM (850/900/1800/1900 MHz); Layar: 1.33 inci, TFT touchscreen 262.144 warna; Kamera: 1,3 MP, video recording; Transfer data: GPRS; Memori internal: 1917kb; Memori eksternal: microSD up to 2GB; Messaging: SMS, MMS, Email, SMS chat; Konektivitas: Bluetooth A2DP support, kabel data; Browser: WAP; Fitur lain: Polifonik (MP3), MP3/MP4 player, radio FM, Equalizer, Speaker stereo sound effect, Voice recorder, Alarm clock, Stopwatch, Unit converter, Exchange Rate conversion, Speakerphone; Baterai: Lithium ion 700 mAh

Pengertian Arsitektur Kontemporer


Meski pengaruh globalisasi memang sangat kuat dalam konstelasi jaringan ekonomi dan informasi, namun hal ini bukan berarti hilangnya akan tradisi budaya membangun, yang diwujudkan kedalam kegiatan rancang bangun, yakni seni bangunan dan seni binakota. Proses globalisasi sendiri sebenarnya tidak satu arah, namun terjadi interaksi antar yang (beberapa) kekuatan lokal dan pengaruh global. Akibatnya terjadilah sebuah percampuran yang merupakan senyawa hibrid, dan untuk persoalan ketahanan dan konsistensi, hanya waktulah yang akan mengujinya.
Terlepas dari pada itu, persoalan identitas lokal masih tetap menjadi pertanyaan tersendiri. Bukankah jati diri seseorang dan sebuah tempat tetap diperlukan meskipun dinamika pembangunan begitu cepat? Pernyataan ini membawa kepada sebuah pandangan bahwa kemajuan teknologi, dalam hal ini teknologi informasi dan komunikasi, tidak akan pernah menghilangkan kepentingan sebuah komunitas untuk mendapatkan/membangun jati dirinya dalam proses rancang bangun yang berbudaya (London, 2003). Demikianlah hal sama juga diungkapkan oleh Manuel Castells (1993) bahwa sehubungan dengan keunggulan teknologi komputer di dunia: “... local socities, territorially defined, must preserve their identities, and build on their historical roots, regarless of their economic and functional dependence upon the space of flows.”
Berbeda dengan di belahan Asia, di Eropa revolusi industri pada abad 19 yang menyertai penemuan teknologi telah menyediakan persyaratan mendasar dalam membangun revolusi intelektual dan estetika. Bauhaus di Jerman misalnya, selama periode antara PD I dan PD II telah mengembangkan kajian-kajian eksperimental dalam bidang pendidikan seni dan arsitektur. Bersamaan dengan itu, sejumlah arsitek progresif memformulasikan deklarasi Piagam Athena, yang menandai kelahiran sebuah arsitektur baru berlandaskan semangat kaum Modernis. Dengan keyakinan tinggi Le Corbusier bersama para pendukungnya menulis, mengajarkan, merencanakan dan membangun sebuah dunia baru berdasarkan kemajuan teknologi dan sains modern. Perkembangan arsitektur tersebut dikenal dengan nama gerakan arsitektur modern, yang selanjutnya melahirkan International style. Namun, akibat adanya pergeseran kekuatan politik dan distorsi visi tentang seni bangunan dan seni binakota, maka di dalam International style terjadi proses penyederhanaan dan de-kulturisasi dari semangat modernitas itu sendiri.
Akibat pemahaman yang demikian, pendekatan-pendekatan dalam desain arsitektur acapkali tidak mengindahkan konteks lingkungan, kondisi iklim dan bahkan secara kultural tidak memiliki akar yang jelas. Rancang bangun hanya sekedar persoalan geometri, bukan membentuk kepada sebuah Gestalt yang utuh. Sulitnya Negara Dunia Ketiga, seperti  Indonesia, ini selalu mendapatkan teknologi dan kemajuan setelah sekian puluh tahun berkembang di negara asalnya, misalnya Dunia Barat, tanpa mendapat kesempatan untuk melakukan internalisasi dan pendalaman dari teknologi/kemajuan tersebut. Dalam konteks Asia, hal tersebut sudah menjadi sebuah imperativ bagi para arsitek/perancang yang mencoba untuk mensenyawakan kearifan tradisi lokal dengan kebutuhan kikinian, dalam upaya menyikapi pembentukan lingkungan berkelanjutan. 
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Arsitektur Kontemporer mempunyai ciri khas “kemajuan, modernitas, dan monumentalitas” yang sebagian besar menggunakan langgam “International Style”. Desainnya didasari oleh prinsip fungsional, kenyamanan, efisiensi, dan kesederhanaan. Pendapatnya bahwa arsitek harus memperhatikan kebutuhan fungsional suatu bangunan dan factor iklim tropis seperti temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, dan radiasi matahari. Desainnya terekspresikan dalam solusi arsitektur seperti ventilasi silang, teritisan atap lebar, dan selasar-selasar.